UBAYA Tanamkan Kecintaan Multikultur di Kalangan MAHARU

Seusai mendengarkan orasi semangat nusantara, para MAHARU diajak kembali untuk mengikuti sesi materi. Dua hingga tiga kelompok besar berkumpul dalam ruang kelas perkuliahan yang tersebar di UBAYA. Terdapat 37 ruangan kelas yang digunakan, baik dari Gedung Fakultas Hukum, Teknik, Psikologi, dan sebagainya.

Sesi materi pertama ialah “Multikultur UBAYA” yang bertujuan untuk membantu mahasiswa agar mengenal keberagaman dan keunikan sesamanya. Berbeda dengan sesi sebelumnya, para MAHARU kini diajak untuk berdiskusi dalam kelompoknya. Masing-masing kelompok mendapatkan 1 kertas plano, spidol, gunting, dan lem. Mereka diajak berkreasi dengan bahan yang ada untuk menggambarkan arti multikultural yang ada di UBAYA. Beberapa MAHARU terlihat asik membuat profil sesama anggota kelompoknya, adapula yang menggambarkan multikultural sebagai tatanan surya, dan sebagainya.

Tiap kelompok akan mengirimkan perwakilannya untuk menjadi seorang presenter dan juri. Presenter inilah yang akan menjadi juru bicara dalam mempresentasikan karya kelompoknya. Sedangkan, para juri akan berunding untuk menentukan hasil karya terbaik.

Setelahnya, MAHARU akan rehat sejenak sebelum menjalani sesi materi yang kedua. Materi yang dibawakan ialah seputar siklus akademik dan keuangan di UBAYA. Para pembicara kedua sesi ini ialah dosen dari berbagai fakultas di UBAYA.

Siklus akademik seputar kalender akademik, penjelasan Kartu Hasil Studi (KHS) dan Kartu Rencana Studi (KRS), pedoman akademik mahasiswa, hingga syarat kelulusan. Para MAHARU terlihat serius mendengarkan dan mencatat poin-poin penting dalam sesi ini.

Tak ketinggalan, penjelasan seputar biaya studi di UBAYAjuga diberikan kepada para MAHARU . Mulai dari biaya Uang Sumbangan Pendidikan (USP) dan Uang Penyelenggaraan Pendidikan (UPP), cara pembayaran, hingga tilang keuangan.

MAHARU juga dibekali dengan informasi seputar beasiswa yang ada di UBAYA, baik dari pihak internal maupun eksternal. UBAYA menyediakan asuransi kecelakaan bagi mahasiswanya, namun ini hanya berlaku jika terjadi di dalam area UBAYA atau sedang melakukan tugas untuk kepentingan UBAYA. Berikutnya para MAHARU akan menjalani Ishoma, Sholat, dan Makan (ISHOMA) sebelum mengikuti kegiatan “Jelajah UBAYA”. (slr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *